Kamis, 17 Januari 2013

BAB 7 Manajemen Produksi


Bab VII
Manajemen Produksi
1.      Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya faktor:
·         Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
·         Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1.      Bertambahnya penggunaan mesin
2.      Efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja
3.      Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi
4.      Meluasnya system perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
·         Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan komputer
Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
·         Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
1.      Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2.      Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3.      Pelatihan pekerja dengan metode baru
4.      Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.

2.      Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain.
Organisasi yaitu alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen.
Manajemen Produksi yaitu kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.
Dalam peningkatan produktivitas dijumpai 2 permasalahan penting, yaitu:
1.   Produktifitas akan meningkat apabila terdapat perbaikan kondisi kerja
2.   Beberapa peningkatan produktivits tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan

3.      Pengertian Produksi
Produksi adalah:
§  Suatu kegiatan atau proses yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output).
§  Kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, setengah jadi, barang industri, suku cadang   maupun komponen-komponen penunjang.
§  Kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan suatu barang atau jasa.
Utilitas/ Kegunaan (Utility) adalah kemampuan suatu produk untuk memuaskan keinginan manusia (konsumen). Terdapat empat jenis utilitas berbasis produksi:
1.      Utilitas waktu: perusahaan membuat produk tersedia sewaktu konsumen menginginkannnya. Misalnya hiasan pohon natal di waktu natal
2.      Utilitas tempat: Produk-produk tersedia di tempat yang sesuai bagi konsumen
3.      Utilitas kepemilikan: Dengan membuat suatu produk tersedia bagi konsumen untuk dimiliki dan digunakan.
4.      Utilitas bentuk: Dengan mengubah bahan mentah menjadi barang jadi, produksi menyebabkan produk-produk menjadi tersedia.
4.        Proses Produksi
Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
1.      Kelangsungan hidup
a.       Produksi terus-menerus
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang. Walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alat mesin. Proses ini menghasilkan produk yang standar (massal)
b.      Produksi yang terputus-putus
Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.
2.      Teknik
a.       Proses Ekkstraktif
b.      Proses analitis
c.       Proses Pengubahan
d.      Proses Sintetis

5.        Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi
1.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu:
1.      Proses
2.      Kapasitas
3.      Persediaan
4.      Tenaga Kerja
5.      Mutu/ Kualitas

6.        Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoprasiannya.
Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi:
1.      Seleksi dan desain hasil produksi
2.      Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
3.      Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
4.      Rancangan tata letak dan arus kerja
5.      Rancangan tugas
6.      Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

7.        Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
A.    Fungsi Produksi dan Opersi
Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi
1.      Proses Pengolahan
2.      Jasa-jasa penunjang
3.      Perencanaan
4.      Pengendalian/ pengawasan
B.     Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran.

8.        Lokasi dan Lay Out Pabrik
Penentuan atau pemilihan lokasi pabrik adalah penting, karena mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan, dan kelangsungan hidupnya. Penentuan lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan kemungkinan ekspansi.
§  Perencanaan Tata Letak Pabrik (PTLP)
Dalam PTLP ini pada dasarnya akan meupakan proses pengurutan dari suatu perencanaan tata letak yang sistematis. Urutan proses tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.      Pemilihan Lokasi
2.      Opeation Process Chart (OPC)
3.      Routing Sheet
4.      Multi Product Process Chart (MPPC)
5.      Menentukan Gudang
6.      Ongkos Material Handling (OMH)
7.      From To Chart (FTC)
8.      Outflow, Inflow
9.      Tabel Skala Prioritas (TSP)
10.  Activity Relationship Diagram (ARD)
11.  Activity Relationship Chart (ARC)
12.  Area Alocation Diagram (AAD)
13.  Template
§  Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi pada dasarnya adalah menentukan suatu tempat atau lokasi yang tepat untuk suatu perisahaan atau perkantoran atau lokasi untuk tujuan tertentu, dengan memperhitungkan kelebihan dan kekurangan lokasi tersebut. Dalam pemilihan lokasi kita akan membandingkan suatu lokasi dengan lokasi lainnya, berdasarkan nilai break even point lokasi tersebut.




















Sumber:
http://openstorage.gunadarma.ac.id/handouts/S1_TEKNIK%20INDUSTRI/PLTP/PTLP.doc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar